Archive | December, 2011

La Halcón

13 Dec

Menjawab permasalahan yang ada saat ini atas keamanan dari barang-barang yang sering hilang, saya berpikir untuk membuat bisnis digital berupa microchip yang dapat dilekatkan pada barang-barang tersebut. Kalau handphone kita yang hilang, mungkin bisa kita cari dengan meneleponnya. Tapi bagaimana jika dompet kita yang hilang? Atau laptop? Dan bahkan bagaimana jika anak kecil yang juga sering hilang? Terkesan rumit, tetapi sebenarnya tidak.

Business Model La Halcón

Teknologi seperti ini sudah banyak dipasaran. Hanya saja pada la halcón, microchip yang ada dapat ditempel atau dilekatkan pada barang-barang berharga milik kita. La halcón sebenarnya adalah satu set yang terdiri dari sebuah microchip dan suatu software pada media elektronik. Software tersebut bisa diunduh pada laptop, telepon genggam, atau gadget lain seperti misalnya iPad.

 

Secara umum, la halcón dapat digunakan untuk semua jenis benda (kering). Secara khusus, la halcón bisa kita tempel pada gelang untuk anak kecil yang akan berguna saat hendak bepergian. Biasanya anak kecil dikabarkan hilang. Hal ini dikarenakan dasar dari karakter anak kecil memang ingin lepas bermain. Supaya orang tua tidak kesulitan mencari anaknya, la halcón sangat membantu.

 

La halcón bekerja sama dengan Cisco, suatu perusahaan yang bergerak dibidang microchips. Cisco dapat menjadi rekan la halcón agar berjalan dengan baik. Penyebaran informasi seperti ini tidak dilakukan hanya secara mulut ke mulut. Bekerja sama dengan google.co dan youtube.com untuk menampilkan informasi atau periklanan melalui penjelasan ataupun video. Selain itu, kaskus.com juga suatu media yang dapat membantu la halcón tersebar secara praktis dan cepat.

 

Semoga dapat menjawab kebutuhan 🙂

 

Salam,

Ayundhasurya

Advertisements

CI?

13 Dec

GOOGLES’ Business Model

12 Dec

Google Googles !

Memberi kemudahan dalam mendeteksi gambar.

mom’s healthy recipes – business model

12 Dec

Menampung resep dari ibu rumah tangga.

Saling bertukar pikiran untuk membuat suatu ide masakan yang sehat dan bergizi.

Forum terbuka untuk siapa saja pecinta makanan.

Ya memang ada biaya yang dibayar, tapi itu sebanding dengan sesuatu yang didapatkan.

-mom’s healthy recipes-

Ngawuuuurrrr……..

12 Dec

Yakk. Ini ada sebuah cerita, tapi ga kayak cerita juga. Agak-agak maksa gimana gitu. Tapi yasudahlah dibaca saja yaaa..

Jadi.. Ada seorang bernama Muhammad yang tugasnya itu menjaga Ratu, istri dari atasannya si Muhammad yang namanya Isaac Newton. Si Isaac Newton nyuruh Muhammad untuk menjaga Ratu selama ia bertapa di gua. Ngapain kira2 ya dia di Gua? Yaa jadi Ratu itu bertapa bersama Jesus Christ untuk mendapatkan kekuatan raga mereka. Selama di sana, ternyata si Budha lah yang menjaga tempat pertapaan mereka itu dari luar. Sungguh baik ya..

Kesemua personil yang telah disebutkan diatas haruslah berterima kasih pada si empunya kuasa disana, Confusius. Ia lah yang paling baik yang sudah mengajarkan mereka senam yang berguna untuk kelangsungan hidup mereka semua (ssst jangan bilang2 ya, ternyata Confusius udah mencuri gerakan senam itu dari St. Paul. Dia ngaku2 aja tuh punya dia).

Trus juga Tsai Lun menyumbangkan baju bekas yang diberikannya pada Johann Gutenberg untuk balapannya yang akan segera berlangsung. Ga hanya Tsai Lun, Christoper Colombus juga memberikan cemilan untuk mengganjal perut Gutenberg selama pertandingan. Wahh.. bayangin aja ya ada cemilan yang bisa dimakan di kala balapan. Konsen ga tuh ya?? Haha. Ternyata untuk menjaga konsentrasi, sesepuh dalam dunia mantra, Albert Einstein, udah menyiapkan bacaan2 doa agar si Gutenberg tetap menang kok. Curaaangg yahh..

So, beberapa hari kemudian muncullah si Louis Pasteur, lawan tanding Gutenberg, ke Bandung. Mau ngapain juga kurang jelas sih. Tapi yang jelas dia sebel banget karena di pintu tol masuk bandung alias Pasteur macet sekaleeee. Kekesalannya jadi dobel setelah tau ada si Galileo Galilei yang nyalip mobilnya Louis. Grrrrrrrr!!! Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dipinggir jalan, mengganjal perutnya yang sudah lapar dengan makan “Nasi Timbel ala Aristotle” dan direstoran itu, para pengunjung dan ia pun ditemani si pencerita fabel yang ternama, Euclid.

Setelah perjalanan cukup melelahkan, akhirnya tiba waktunya untuk mengecek mobil yang dikendarai. Di sebelah “MM – Moses Mebel” ada tukang tambal ban tuh. Wah Louis langsung memutuskan untuk nambal ban disana. Ternyata tambal ban itu kepunyaan sepupunya, Charles Darwin. Tapi sayangnya banyak orang mengantre dan antreannya berjubel termasuk Shih Huang Ti, pesohor di Bandung yang terkenal, ngantre disana.

Akhirnya setelah beberapa jam mengantre, tibalah giliran Louis. Ban nya kemps jadi harus diganti ban baru. Charles menyimpan ban kualitas bagus, berlabel Augustus Caesar. Wah Louis mah seneng2 aja ya dikasi ban bagus, apalagi kalo ga keluarin duit banyak. Ehhh ga taunya Louis ternyata dijebak. Waktu bannya mau dipasang, matanya dikasi sambel sama Nicolas Copernicus, anak buah Charles. Haduuuuuhh kasian ya Louis. Akhirnya dia berlarian untuk cari air buat membasuh si sambel itu. Lalu dia sampai di suatu tempat dan di sambut si penjaga disana. Kata Louis: “aku dimana?” jawab si penjaga, Lavoisier: “Kamu ada di wilayahku, jangan coba-coba kabul. Saya belkuasa disini, di dapul ini!” ternyata Lavoisiel cadel! Hahahahaha…..

Apa deh?? -_________-“