La Halcón

13 Dec

Menjawab permasalahan yang ada saat ini atas keamanan dari barang-barang yang sering hilang, saya berpikir untuk membuat bisnis digital berupa microchip yang dapat dilekatkan pada barang-barang tersebut. Kalau handphone kita yang hilang, mungkin bisa kita cari dengan meneleponnya. Tapi bagaimana jika dompet kita yang hilang? Atau laptop? Dan bahkan bagaimana jika anak kecil yang juga sering hilang? Terkesan rumit, tetapi sebenarnya tidak.

Business Model La Halcón

Teknologi seperti ini sudah banyak dipasaran. Hanya saja pada la halcón, microchip yang ada dapat ditempel atau dilekatkan pada barang-barang berharga milik kita. La halcón sebenarnya adalah satu set yang terdiri dari sebuah microchip dan suatu software pada media elektronik. Software tersebut bisa diunduh pada laptop, telepon genggam, atau gadget lain seperti misalnya iPad.

 

Secara umum, la halcón dapat digunakan untuk semua jenis benda (kering). Secara khusus, la halcón bisa kita tempel pada gelang untuk anak kecil yang akan berguna saat hendak bepergian. Biasanya anak kecil dikabarkan hilang. Hal ini dikarenakan dasar dari karakter anak kecil memang ingin lepas bermain. Supaya orang tua tidak kesulitan mencari anaknya, la halcón sangat membantu.

 

La halcón bekerja sama dengan Cisco, suatu perusahaan yang bergerak dibidang microchips. Cisco dapat menjadi rekan la halcón agar berjalan dengan baik. Penyebaran informasi seperti ini tidak dilakukan hanya secara mulut ke mulut. Bekerja sama dengan google.co dan youtube.com untuk menampilkan informasi atau periklanan melalui penjelasan ataupun video. Selain itu, kaskus.com juga suatu media yang dapat membantu la halcón tersebar secara praktis dan cepat.

 

Semoga dapat menjawab kebutuhan 🙂

 

Salam,

Ayundhasurya

Advertisements

CI?

13 Dec

GOOGLES’ Business Model

12 Dec

Google Googles !

Memberi kemudahan dalam mendeteksi gambar.

mom’s healthy recipes – business model

12 Dec

Menampung resep dari ibu rumah tangga.

Saling bertukar pikiran untuk membuat suatu ide masakan yang sehat dan bergizi.

Forum terbuka untuk siapa saja pecinta makanan.

Ya memang ada biaya yang dibayar, tapi itu sebanding dengan sesuatu yang didapatkan.

-mom’s healthy recipes-

Ngawuuuurrrr……..

12 Dec

Yakk. Ini ada sebuah cerita, tapi ga kayak cerita juga. Agak-agak maksa gimana gitu. Tapi yasudahlah dibaca saja yaaa..

Jadi.. Ada seorang bernama Muhammad yang tugasnya itu menjaga Ratu, istri dari atasannya si Muhammad yang namanya Isaac Newton. Si Isaac Newton nyuruh Muhammad untuk menjaga Ratu selama ia bertapa di gua. Ngapain kira2 ya dia di Gua? Yaa jadi Ratu itu bertapa bersama Jesus Christ untuk mendapatkan kekuatan raga mereka. Selama di sana, ternyata si Budha lah yang menjaga tempat pertapaan mereka itu dari luar. Sungguh baik ya..

Kesemua personil yang telah disebutkan diatas haruslah berterima kasih pada si empunya kuasa disana, Confusius. Ia lah yang paling baik yang sudah mengajarkan mereka senam yang berguna untuk kelangsungan hidup mereka semua (ssst jangan bilang2 ya, ternyata Confusius udah mencuri gerakan senam itu dari St. Paul. Dia ngaku2 aja tuh punya dia).

Trus juga Tsai Lun menyumbangkan baju bekas yang diberikannya pada Johann Gutenberg untuk balapannya yang akan segera berlangsung. Ga hanya Tsai Lun, Christoper Colombus juga memberikan cemilan untuk mengganjal perut Gutenberg selama pertandingan. Wahh.. bayangin aja ya ada cemilan yang bisa dimakan di kala balapan. Konsen ga tuh ya?? Haha. Ternyata untuk menjaga konsentrasi, sesepuh dalam dunia mantra, Albert Einstein, udah menyiapkan bacaan2 doa agar si Gutenberg tetap menang kok. Curaaangg yahh..

So, beberapa hari kemudian muncullah si Louis Pasteur, lawan tanding Gutenberg, ke Bandung. Mau ngapain juga kurang jelas sih. Tapi yang jelas dia sebel banget karena di pintu tol masuk bandung alias Pasteur macet sekaleeee. Kekesalannya jadi dobel setelah tau ada si Galileo Galilei yang nyalip mobilnya Louis. Grrrrrrrr!!! Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dipinggir jalan, mengganjal perutnya yang sudah lapar dengan makan “Nasi Timbel ala Aristotle” dan direstoran itu, para pengunjung dan ia pun ditemani si pencerita fabel yang ternama, Euclid.

Setelah perjalanan cukup melelahkan, akhirnya tiba waktunya untuk mengecek mobil yang dikendarai. Di sebelah “MM – Moses Mebel” ada tukang tambal ban tuh. Wah Louis langsung memutuskan untuk nambal ban disana. Ternyata tambal ban itu kepunyaan sepupunya, Charles Darwin. Tapi sayangnya banyak orang mengantre dan antreannya berjubel termasuk Shih Huang Ti, pesohor di Bandung yang terkenal, ngantre disana.

Akhirnya setelah beberapa jam mengantre, tibalah giliran Louis. Ban nya kemps jadi harus diganti ban baru. Charles menyimpan ban kualitas bagus, berlabel Augustus Caesar. Wah Louis mah seneng2 aja ya dikasi ban bagus, apalagi kalo ga keluarin duit banyak. Ehhh ga taunya Louis ternyata dijebak. Waktu bannya mau dipasang, matanya dikasi sambel sama Nicolas Copernicus, anak buah Charles. Haduuuuuhh kasian ya Louis. Akhirnya dia berlarian untuk cari air buat membasuh si sambel itu. Lalu dia sampai di suatu tempat dan di sambut si penjaga disana. Kata Louis: “aku dimana?” jawab si penjaga, Lavoisier: “Kamu ada di wilayahku, jangan coba-coba kabul. Saya belkuasa disini, di dapul ini!” ternyata Lavoisiel cadel! Hahahahaha…..

Apa deh?? -_________-“

Budi Raharjo

29 Nov

Akhirnya kuliah CI kedatangan dosen tamu. Kali ini seorang dosen STEI yang kiprahnya ada di bidang entrepreneur dengan dasar elektrikal tentunya. Namanya.. Budi Raharjo. Katanya sih ini nama yang udah ga asing lagi di milis dosen2 se-ITB gara-gara beliau memang sering banget nongol dan bersuara disana, hehe..

ini dia si Bapak Budi Raharjo

Beliau berpengalaman cukup banyak dalam berkarier di bidang network and application security. Hmmm.. apa ya itu? Sejujurnya saya juga kurang mengerti ya, maklum kan bukan anak STEI haha. Tapi intinya sih beliau bilang kalau beliau dibayar untuk merusak (istilahnya nge-hack gitu loh).. Seru juga yaa kerja kayak gitu.

Begitu punya pengalaman yang cukup banyak, beliau akhirnya meneruskan pekerjaannya itu dengan menjadi entrepreneur. Awalnya beliau ditanya oleh rekannya yang investor gini, “Mau modal berapa nih?” trus Pak Budi tanpa pikir panjang jawab, “1 Milyar!” eh dilanjutin sama si rekannya itu, “kalau 1 Milyar bisa dapat saham berapa?” ya pak Budi juga langsung aja jawab, “10%” daaannn jeng jeng jeng jeng.. tanpa pikir panjang juga, si rekannya itu langsung bilang, “OK!” hahaha pak Budi langsung kebingungan lah. Dalam hatinya, “ini kenapa gampang banget ya disetujuin.. tau gitu mah bilang aja 10 Milyar kek.” Haha pengalamannya itu yang membuat beliau bilang kalau

Business Plan ga perlu, saya ga pernah buat itu.”

Trus dari pengalamannya itu juga, beliau membantah kalau teori susah cari duit juga salah karena venture capital banyak adanya.

Pak Budi juga bilang..

“Create sesuatu dalam diri Anda, Peduli dengan diri Anda.”

 

Saat ini beliau concern di bidang bisnis digital. Kerjaannya hanya bereksperimen terus dan terus. Nah untuk lebih mendalami bisnis musik digital itu, Pak Budi sibuk nge-band loh.. wah benar2 ya kerjaannya mengasyikkan ternyata. Hobinya juga main futsal. Seminggu bisa 2 kali futsal katanya. Sungguh dosen luar biasa ya Pak Budi. Hehe. Dasar awalnya kenapa sih dia mau bisnis di bidang musik digital ini tuh karena beliau berpikir kalau semua di-digitalkan nantinya akan jadi murah. Jadi banyak deh pasar yang tertarik untuk mau “melihat” produk tersebut.

Beliau dalam pekerjaannya juga selalu melakukan kutipan dari kata2 Salman Khan:

“Lakukan semuanya dengan hati!” “Jangan hanya fokus pada uang dan uang saja!”

 

Saya sih setuju banget dengan kata2 itu. Buat apa kita banyak meraup keuntungan kalau saya ga bisa menghasilkan sesuatu yang bermakna untuk orang-orang sekitar, juga ga benar-benar tulus melakukannya.. Semoga kelak saya benar-benar bisa mengimplementasikan kata-kata saya itu yaa, ga hanya ngomong doang. Amiiinnn J

Terakhir yang saya kutip dari beliau adalah

“Murid saya harus lebih hebat dari saya.”

Aminnn pak. Dari kata2 ini ga salah kalau saya bilang He’s one of such great people.

Mahasiswa dan Kreativitas

11 Oct

Mahasiswa kini dituntut untuk meciptakan peluang usaha dan bukan lagi hanya menunggu untuk mendapatkan pekerjaan yang sudah ada. Mahasiswa yang sebagaimana adanya adalah calon-calon pemimpin bangsa harus memiliki pola pikir layaknya seorang yang sudah dewasa dalam melihat masa depan khususnya bagi negara. Untuk mengubah bangsa, mahasiswa perlu memutar otak untuk mengembangkan kemampuannya dalam segala hal.

Sebenarnya mahasiswa banyak memiliki kesempatan dan peluang untuk berkreasi dan berinovasi. Bukan hal yang jarang, di kampus sendiri banyak kegiatan dan organisasi yang mendukung hal ini. Organisasi kemahasiswaan bahkan mampu mengembangkan kemampuan mahasiswa untuk menjadi semakin kompleks, baik dalam hal tindakan, maupun pola pikir. Hal ini ditujukan guna menunjang peningkatan level mahasiswa dalam melihat segala hal yang ada.  Wadah pengembangan kemampuan mahasiswa, khususnya dalam hal ini untuk berkreasi dan berinovasi tidaklah sedikit. Bukan hanya dalam organisasi kemahasiswaan saja, seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, tetapi banyak hal lain yang bisa dimanfaatkan. Di beberapa program studi misalnya, sudah menanamkan mata kuliah tentang kreativitas dan inovasi. Mahasiswa diberikan pembekalan yang cukup banyak mengenai hal ini. Tidak hanya spesifik terhadap mata kuliah tersebut, tetapi mata kuliah lain, seperti kewirausahaan dan kepemimpinan juga sedikit banyak menyelipkan pengetahuan-pengetahuan mengenai kreatifitas dan inovasi.

Masalah terbesar yang dihadapi mahasiswa sebenarnya berasal dari dalam diri mahasiswa tersebut. Kemauan untuk mengembangkan kemampuan dalam hal kreatif itulah yang benar-benar mendukung peningkatan kekreativitasan mahasiswa itu sendiri. Kemauan dalam diri seseorang tidak bisa dipaksakan. Bukan hanya untuk madalah ini saja, kemauan dibutuhkan dalam mengerjakan segala hal. Tanpa kemauan, banyak hal akan tersendat hingga mungkin tidak terlaksana. Masalah lainnya yang mendukung adalah kemalasan. Malas memang musuh besar manusia. Banyak orang yang malas untuk mengeluarkan ide-ide kreatif dalam dirinya. Tidak hanya malas mengeluarkan ide, bahkan kemungkinan orang cenderung malas menjadi kreatif. Inilah yang menghambat orang menjadi kreatif. Yang ketiga adalah pola pikir mahasiswa terlalu baku dan “lurus-lurus” saja. Mahasiswa sekarang cenderung berpikir yang terlalu terpatok akan sesuatu. Pikiran tersebut biasanya akan membiasakan mahasiswa untuk tidak melebarkan dan meluaskan pandangannya terhadap hal-hal yang ada, sehingga kekreativitasan akan terhambat.

Setelah melihat ketiga hal tersebut (hal yang menghambat mahasiswa menjadi kreatif) hal yang perlu dilakukan untuk mengatasinya adalah NIAT! Satu kata yang memiliki makna mendalam. Niat adalah maksud atau keinginan kuat di dalam hati untuk melakukan sesuatu (sumber: Wikipedia). Definisi ini sudah memberikan arti yang kuat mengenai niat itu sendiri. Keinginan yang KUAT adalah sumbernya. Tanpa keinginan yang kuat dalam niat yang pasti, mungkin saja kita akan mengalami stagnansi dalam pengembangan kreatifitas yang akhirnya akan mengalami ketertinggalan diantara orang-orang yang semakin berkembang.

Kreativitas dan inovasi bukan hal yang baru lagi bagi Dr. Andrei Aleinikov. Ia adalah seorang pakar dunia di bidang kreativitas dan inovasi yang telah menulis sekitar 100 buku dan artikel. Aleinikov membahas mengenai lima tingkatan dalam inovasi (yang disebut novology) dalam bukunya yang berjudul MegaCreativity. Kelima tingkatan tersebut adalah: existential, communicational, instrumental, orientational, dan innovational. Existential merupakan tingkatan yang paling dalam diantara kelimanya. Sementara innovational merupakan tingkatan paling luar yang paling mudah diamati. Tidak hanya untuk mengukur kreativitas saja, kelima tingkatan menurut Aleinkov ini dapat berlaku untuk semua bidang dalam sisi kehidupan manusia. Dari lima tingkatan tersebut, kita dapat melihat bahwa inovasi sangat diperlukan dalam berbagai bidang. Inovasi bukan hanya membicarakan tentang membuat produk baru saja, tetapi setiap aspek dari nilai-nilai yang ingin dibangun juga harus didukung dengan adanya kreatifitas.

Dalam zaman globalisasi saat ini juga inovasi tidak bisa terpaut pada satu fokus utama saja (membuat produk baru berupa barang). Ada 4 level inovasi yang bisa diterapkan yaitu inovasi produk, inovasi teknologi, inovasi proses, dan inovasi bisnis model. Dunia bisnis yang semakin berkembang dan memerlukan inovasi akan mencari celah agar bisnis tersebut hadir dengan konsep yang menarik sehingga membuat orang-orang terpikat. Jika kita lihat lebih dalam, menurut saya dari keempat level inovasi ini tetap inovasi produk yang paling menguntungkan, terlepas dari perlunya kerjasama dari empat hal ini. Inovasi produk akan membuat sesuatu terasa lebih bermakna, bermanfaat, dan tricky untuk disodorkan kepada masyarakat luas.

The World is Flat”. Buku karangan Thomas Friedman ini membahas dan menganalisis tentang dunia. Analisis tersebut bisa didapatkan jika kita memiliki pola pikir yang kompleks, seperti yang sudah saya bahas sebelumnya. Ya, untuk melakukan hal ini memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. NIAT. Itulah yang harus kita miliki. Bagaimana bisa kita sebagai mahasiswa mengubah dunia jika kita tidak memiliki niat yang kuat untuk melakukannya.

Sebelum berpikir terlalu jauh, yuk mari kita terus berkarya melalui kreatifitas dan inovasi agar dapat memberikan sesuatu kepada bangsa kita, bahkan kepada dunia.

Sekian tulisan dari saya. Semoga bermanfaat. Terima kasih 🙂